Chat

Senin, 24 Desember 2012

[Movie] Habibie & Ainun + Curhat colongan

Halo semuaaa :) Apa kabar kalian malam ini? Semoga baik-baik ajaa. Kalau gue sih rada feeling blue gitu ._. *nggak ada yang nanyaaa~* *digeplak readers*

Jadi hari ini, Minggu - 23 Desember 2012 *perasaan hari apa gitu ya~*, gue pergi ke Cilandak Town Square bareng keluarga (papa, mama, gue, rana, bintang, bang maulan). Dari awal gue baru selesai nyuci -_- terus mandi dan berangkat pagi-pagi itu juga. Dengan dadakannya kita rencana buat nonton di bioskop!!! *HOREEEEE* Udah lama nggak nonton di bioskop euyy, secara setiap diajakin temen buat nonton ke bioskop, gue nggak ada uang muluk ._. hihihi, maklum anak sekolah XD

Nahh pas sampe di Citos, ehhh si matahari yang kagak ada silau-silaunya itu malah lagi ngadain sale -_- dan kita hampir aja tergodaaaa saudara-saudara sebangsa setanah air!!! *lebayy~* Untungnya Bintang yang udah mulai bete, segera menyadarkan kita dari hipnotis discount akhir tahun matahari u,u

Setelah jalan menyusuri panjangnya lorong Citos, sampailah kita di titik kebuntuan, dan kita pun belok ke kiri!!! Berusaha terus mencapai puncak lantai kedua menggunakan tangga! Bukaaaaaan elevator!!! Kita terhenyaaak! Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12.07 WIB. *Edisi pidato pejabat*

As we all know, jadwal pertama film yang mau kita tonton (red : Habibie & Ainun) itu mulainya jam 12.15 WIB, gimana kagak nyesek coba?! Masa kita musti nunggu ampe jam 3 kalau misalkan kita keabisan yang jam 12.15 ToT Awalnya kita kira udah penuh lohh, ehh ternyata masih banyak seats yang kosong kawan-kawaaaan :') *terharu, terduduk di tanah lapang~*

Langsung tuh di menit-menit terakhir sebelum pertunjukkan mulai, kita udah langsung brancut aja ke studio 1. Awal masuk studio gue udah ngeri aja boss, secara SBY aja nangis pas nonton nih film, apalagi gue yang ngiris bawang aja udah nangis -_-" Masa gue musti nangis lagi siiiiiih ToT Yaudahlah akhirnya gue putuskan untuk masuk, dan menguatkan hati. Dari awal gue juga udah yakin, kalau film ini mungkin bakal bikin gue banyak bernostalgia dengan masa-masa 'itu'...

Novel "Habibie dan Ainun"

Film yang diangkat dari novel sekaligus kisah nyata Bapak Habibie ini melakukan shooting hampir 70% di Jerman! Jadi kalau kita tonton film ini, kita juga bakal dipuaskan dengan pemandangan kota-kota di Jerman. Film drama ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini mengisahkan perjalanan cinta mantan Presiden Indonesia ketiga dengan istrinya, Ibu Ainun. Aktor dan artis yang yang berperan di dalamnya  adalah Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun.


Film ini bercerita tentang cinta pertama dan terakhir seorang Habibie terhadap Ainun. Kisah cinta mereka terjadi tahun 1962, saat Habibie bertemu kembali dengan teman sekolahnya dulu yaitu Ainun di Bandung. Habibie adalah seorang insinyur yang baru pulang dari Jerman sementara Ainun, seorang dokter cerdas yang baru lulus dari kuliahnya.  Ainun, seorang gadis yang dikejar banyak pria di daerahnya, banyak sekali pria yang menginginkan cinta Ainun. Pertemuan yang tidak sengaja tersebut membuat mereka terlarut dalam sebuah cinta dan kerinduan. Mereka pun akhirnya mengikrarkan janji dalam sebuah pernikahan.

Selama hidupnya, Habibie yang seorang jenius ahli pesawat terbang mempunyai mimpi besar, yaitu berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun menjadi salah satu penopang visi dan mimpi Habibie. Tapi mereka pun sadar, bahwa menggapai sebuah mimpi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan dalam kehidupan yang harus dilalui.

Alur cinta pun bergulir ketika mereka sudah menikah dan tinggal di Jerman. Pahit, manis, susah, senang dirasakan mereka berdua selama tinggal di negeri yang pernah dipimpin Adolf Hitler tersebut. Saat di Jerman, cinta Ainun terhadap Habibie dibuktikan  dengan pengabdian dan kesetiaannya mendampingi Habibie sebagai seorang peneliti. Cinta Ainun tak pernah berubah dan sama tulusnya ketika mereka kembali ke Indonesia. Begitu juga dengan Habibie, kesetiaan Ainun dibalas dengan ketulusan,cinta dan kasih sayang. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya, dia adalah mata untuk melihat hidupnya. Menurutnya, kehadiran Ainun yang telah mendampinginya selama ini, telah menjadi api yang selalu membakar energi semangat dan jiwanya dalam menjalani hidup, sekaligus laksana air yang selalu menyiram dan meredakan gejolak jiwanya hingga kembali tenang. Sepanjang hidupnya, mereka memang  saling melengkapi. Bahkan cinta mereka tetap hidup walau Ainun dan Habibie terpisah di dua dunia yang berbeda.

Ada banyak adegan dari film ini yang bikin kita nangis maupun tertawa, terharu, bahagia, melihat kelakuan 'Habibie dan Ainun'. Adegan waktu Habibie baru balik dari Jerman, dan ke Bandung, sekaligus mampir ke rumahnya Ainun, si teman semasa kecil. Waktu Habibie masuk ke rumah Ainun, terus ngeliat Ainun lagi menjahit, di situ dia terpesona dengan Ainun yang telah berubah dari gula jawa menjadi gula pasir. Dalam film ini juga Habibie kerap memanggil Ainun sebagai gula pasirnya.

Ada juga adegan sweet, waktu Habibie & Ainun baru pulang dari dansa, naik becak. Di kala itulah, Habibie melamar Ainun untuk menjadi istrinya. Habibie ingin agar Ainun ikut ke Jerman dan menikah dengannya. Berjanji untuk selalu bersama, Habibie tidak menjanjikan hal yang muluk-muluk, namun ia berjanji untuk menjadi suami yang baik bagi Ainun, dan Ainun juga berjanji untuk selalu menemani Habibie dalam suka maupun duka :') *mulai nangissss* Setelah menikah mereka terbang ke Jerman, pas lagi dalam penerbangan, Ainun ngerasa takut, tapi Habibie menenangkannya bahwa jika pesawat agak sedikit terguncang saat landing itu tandanya bagus, terus mereka bercanda sweet gitu :') *makin nangisssss*

Suatu kali Habibie juga pernah berjanji, dia janji akan membuat sebuah kapal terbang yang paling aman untuk Ainun :') *makin nangissss* (Sebetulnya, ini ngingetin gue dengan sesuatu hal, janji yang beda tipis yang pernah 'dia' ucapin dulu - hologram) :'(

Di Jerman emang kehidupan mereka terkesan darurat, namun mereka terus bersama, melawan semua rintangan :') *makin nangisssss* Waktu Habibie pulang, dia nggak punya uang lagi buat naik bus, akhirnya dia milih buat jalan kaki, padahal waktu itu lagi musim dingin, dan sepatunya jebol :'( Sampe di flatnya, Ainun ternyata udah masakin sayur sop buat Habibie, tapi kaki Habibie luka :'( Jadi diobatin dulu sama Ainun, Ainun bilang kalau dia ngerasa nggak kuat, dia pengen kerja jadi dokter supaya bisa ngebantu suaminya. Tapi Habibie juga nggak tega membiarkan istrinya yang lagi hamil buat kerja, dia bilang bahwa dia bisa ngejalanin pekerjaannya itu, dan dia meyakinkan bahwa Ainun adalah seorang wanita yang kuat... :') *nangis nggak berhentiiii* Adegan kali ini bener-bener penuh haru, semua kata-kata Habibie selalu lembut dan penuh pengertian serta kasih sayang... :')

Pada saat Ainun sudah sekarat, Habibie meminta maaf kepada Ainun. Namun Ainun menolak, karena Ainun merasa bahwa Habibie sudah memenuhi semua janjinya, termasuk janji soal membuat kapal terbang... :')

Banyaaaaaaaakk banget adegan yang ngebuat gue nangis bombay terharu sekaligus sedih dalam film ini. Over all film ini memang bener-bener ngaduk perasaan para penontonnya. Apalagi penonton cengeng kayak gue ini, mana keinget dengan masa-masa 'itu', filmnya sedih mengharukan romantis :'(

Pas di bioskop, rata-rata penonton film ini tuh pasangan yang sudah berumur gitu :') *how sweet*

Film ini mengajarkan kita untuk selalu cinta kepada tanah air, bagaimanapun juga kita sebagai anak bangsa yang berpotensi harus turut serta dalam mengharumkan nama bangsa Indonesia... *Gaya pidato pejuang kemerdekaan*

Film ini juga mengajarkan kita arti kesetiaan... Habibie sangat setia dengan Ainun, begitupun Ainun sangat setia dengan Habibie. Ainun yang sudah setia sejak awal mendampingi Habibie di masa-masa sulitnya, melewati berbagai masalah bersama. Hingga Habibie menjadi sosok yang hebat, Ainun selalu setia mendampingi, tulus mencintai Habibie. Habibie yang setia, meskipun godaan menghampiri, terutama sejak Habibie menjadi menteri, ia tidak pernah lupa akan janji kesetiaannya dengan Ainun. Habibie menolak wanita yang menghampirinya, di matanya, Ainun-lah wanita tercantik dan terbaik yang pernah ada. Habibie juga selalu berkata bahwa Habibie untuk Ainun, dan Ainun untuk Habibie :') *makin nangis melihat kesetiaan Habibie dan Ainun*

Di mata gue, kesetiaan mereka berdua emang udah sangat teruji, mereka sudah melewati berbagai masalah, namun cinta mereka tidak tergoyahkan. Laki-laki yang setia kayak Habibie :') laki-laki sejati.. Ainun juga istri yang baik, ia selalu merawat Habibie, memberikan dukungan untuk Habibie, bahkan rela tidak menjalankan profesi dokternya demi menjalani peran sebagai seorang istri sekaligus ibu. Keluarga yang sakinah *kata Habibie* Bener-bener cinta sejati...

Kalau pasangan nonton film ini, kayaknya jadi bakal makin sayang ama pasangannya u,u Soalnya kebanyakan yang nonton gituuuu

Pokoknya film ini bener-bener recommended buat ditonton!!! Ahh rasanya pengen nonton film ini lagiiiii :') Dan tentunya film ini banyak ngingetin gue dengan masa-masa waktu gue masih sama 'dia' :')

I don't know, but I trust you, although you've hurt me by cheating. I tried to forgive you, and gave you a chance to fix it. I believe that someday you'll prove all the promises that you've made... :') Two or three years more won't be a long time for waiting, if we keep our faithfulness strongly deep inside our hearts... :')


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post your comments