Chat

Rabu, 20 April 2011

Possible or Not

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Mungkin nggak sih ???

Nggak mungkin kan yaa ?

Ah... Nggak mungkin lah...

Tapi bisa aja kali ?! ------------------------------------------------

Masak sih ?!

Arggh... Nggak mungkin banget !

Sebetulnya mungkin nggak sih ?!

Menurut lo sendiri ??------------------------------------------------


Gue bahkan nggak tau ?! ....

Monologue

Selasa, 19 April 2011

Ragunan (?) The Place where my heart is on (?)

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

WHAAAT ?!!?! Really ???!! No of course hehe Just trying to make some fun LOLZ~

Well, kemaren gue ama anak OSIS SMAN 38 pergi ke Ragunan. Eittss~ bukannya jalan-jalan, tapi kita mengikuti seleksi buat lanjut OSIS ke kelas 11. Seru sih seru lah yaa, apa sih yang nggak seru kalau bareng temen jehehe.

Gue mungkin nggak bakal cerita secara kronologis, karena lagi males ngetik hari ini, badan udah kayak nggak ada tulang lagi, selama 2 hari ini kerja rodi kagak kira-kira -_- Okay jadi kita bareng pergi kesana dengan dipandu Kak Luthfan ama Kak Jessica SNSD upss maksud gue Jessica Putri. Jadi kita kesana, meninggalkan teman-teman X-1 yang hari itu berangkat :'( Terus sampenya di pintu timur Ragunan, eh~ ternyata nggak dibuka hari itu jadinya kita muter ke pintu utama -_-"

Jadi ada banyak banget hal yang terjadi disana. Gue sekelompok ama Dika, Kirana, ama Firman :) Haha kebayang nggak tuh ama Firman ?? Kocak banget dah pastinya. Jadi kita dikasih peta gitu buat nemuin ke-5 pos yang tersebar. Cihuuuy~ seru dah kayak main find your treasure gitu hehe. Semua pos kita lewati, semuanya juga mengandung berbagai kekocakkan. Ada 2 pos yang cukup berkesan bagi kita, karena yaah~ tingkah konyol kita juga -_- Jadi yang pertama di posnya Kak Luhur, Kak Anca ama Kak Yara alias Pos Fisik dan Mental. Jadi di pos ini kita disuruh lari ngiterin kandang, rencana awal sih disuruh 10 kali, tapi ujung-ujungnya juga cuma sekali -_- Terus pas lagi lari tiba-tiba ada suara kayak manusia nggak jelas gitu, kirain apaan ternyata rusa betina -_- Ya Allah huahaha. Udah gitu gue disuruh ngerayu pohon udah kayak orang gila ! WTH banget sumpah hahaha Tapi seru sih. Udah gitu si Firman ngerayu pohon sumpah lucu abis, gue lagi kena marah gitu tapi sambil nahan ketawa denger si Firman komat-kamit. Kocak gila !! Udah Gitu pas di Pos Logika, Kreatifitas, dan Pengetahuan bareng ama Kak Galih, Kak Uswatun, ama Kak Nazhra. Ya Allah disini parah abis dah kelompok kita. Kakaknya pada baik-baik banget sih, kita aja dipinjemin pulpen buat nulis hihihi. Pas disuruh bikin secarik kertas dimana isinya cita-cita kita dan disusruh terbangin !! YOU KNOW WHAT GUYS!!! IT'S THE CRAZIEST AND FUNNIEST THING THAT I'VE EVER SEEN. Si Firman dengan polosnya nyeburin tuh kertas ke sungai sebelah samping gitu huahahahaha. What The Hell banget sumpah !! Kak Uswatun aja ampe keguling-guling gitu, Kak Nazhra apalagi, secara dia dulu PJ kelasnya Firman, bahkan Kak Galih yang paling jarang ketawa aja ampe berdiri, balik badan terus ketawa juga !! Huahahaha. Si Firman emang lawak banget dah =D . Terus di pos ini kita juga pada begok banget, disuruh baris sejajar eeh~ kagak ngudeng-ngudeng -_-" Tapi Alhamdulillah kita bisa solve the problems quite well :) Tapi tetep aja oon begono -_-" . Abis itu yo kita balik ke pos awal. Denger pengumuman PJ, yah biarpun gue nggak berhasil jadi PJ, it's okay dah :) Congrats buat yang berhasil jadi PJ kelas yaah~ Asik dah :) Ehm terus kita makan dulu. Si Yaya foto-foto gitu deh. Kita juga foto bareng kakak kelas 11-nya kok. Terus kita pulang deh ~~ Sambil tetep foto-foto jalaaaan terus hoho. Dan gue juga tetep ke rumah Syadza dongs haha Secara barang gue ada yang gue titip disono :)

Dan gue pun pulang sekitar jam 16.30 WIB. Unfortunately, it was raining heavily, so I called my Mom to take me from there. Then it means, I have to wait for my ride at (same as usual) Melawai Margonda haha. Well, udah lama nggak nunggu disana, mana gue basah kuyup gitu, err~ kedinginan gue sumfeh deh. Ampe menggigil gitu sampe rumah :( Brrr... Tapi tetep, at least, it's great ! Such a wonderful experience for me.

Thanks for reading, Hope you like it. And see ya !

P.S. : Tomorrow, I'll go to Nurul Fikri Pasar Minggu, so I'll share about that here soon :)

Regards,



Suci McGregory binti Choi

@america Pacific Place - April 19th 2011

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Hey yo all !! I'm trying to be active nowadays, since I'm in my long vacation now hehe. So today, I go to @america in Pacific Place. What is that ?? Lemme tell you about the link first  @america . 

well, this place is really great. I've been so long  wondering about go to this place. The first time I heard that US Embassy opened such a Cultural Center of United States in Indonesia, I've been being so excited, yeah~ I'm a US freak. So I tell one of my friends to (maybe) we could go there together. But then, because of some technical troubles, we can't go there. At least, I've known some about @america :) 

Then not long after that, ELC (conversation class provider at my school) told us that they will take us there. And of course, I was so totally excited. 

But well, there's always been some troubles, since I'm a Community Council Committee, so I have to join the election (I can't tell you properly~). Well, I wasn't in forced, I did it heartily, 'cause I Love CC 38 HS LOLZ~

So I go to @america together with Lala, Fredhie, and Firman from Community Council, and the rest are X-3, X-4, X-5, and X-6 class. Unfortunately I can't go there with my class, 'cause my class has gone there yesterday. Huft~ sadden :'( But show must go on, right ??


I go there by riding a 'white horse'. Not the real one or so, just a common bus in fact hehe. Here's the picture :



Well, actually I took some photos of us there, but then my camera is off now, so I'll upload a few of them soon. How could I say ? Hmm.... Lemme think it first hehe

So this place is really awesome. I've been feeling so good about this one. There are so many things which I can see directly here, such as I learnt so many facts about US. Well, at least, we're truly in fun. We were so crazy that time, but still, the most important thing is the insight which I gained there.

Many facts about America that I've never know before, but then today I know it. Thanks so much, it's really helpful for me :) So, interest to go there ? Come on ! Let's go there, and see the world of melting pot !

Anyway, I've told my parents about this, so I persuade them to (maybe) we can go there together next time, since my Dad often goes there with his business partners hehe :)

I can't tell you much... Sorry :'(

So, my last word is Byeeeeeee (WTH ?!!)

Regards,



Suci McGregory binti Choi

Minggu, 17 April 2011

Que Sera-Sera : Apa yang akan terjadi ? Terjadilah ?!

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Que Sera-Sera


When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing songs?"
This was her wise reply:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

When I grew up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows
Day after day?"
Here's what my sweetheart said:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be."

Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:
"Que sera, sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera,
What will be, will be.
Que sera, sera!"
written by Jay Livingston and Ray Evans


Seorang gadis kecil bertanya pada ibunya tentang masa depannya.
Apakah dia bisa jadi kaya dan cantik?
Ataukah dia akan jadi miskin papa?
 

Sang Ibu dengan bijak menjawab :
Biarlah masa depan mengalir dengan sendirinya.
Tugas manusia hanyalah berusaha untuk meraihnya.
Bukan menentukan.
Bukan pusing memikirkannya.
Biarlah masa depan tetap menjadi masa depan.
Tidak perlu dikhawatirkan dari sekarang.
Biarlah yang akan terjadi di masa depan terjadilah!
 

Que Sera Sera!
Apa yang akan terjadi, terjadilah!
Biarlah jiwa ksatria tumbuh dalam jiwa manusia
Tabah dalam menghadapi kenyataan yang akan dihadapi di masa depan.
Nikmati masa sekarang, pasrah pada-Nya tentang masa depan.

Sebuah lagu keren tentang hidup sekarang dan hidup di masa depan. Lagu yang dipetik dari sound track film Alfred Hitchcock ini menarik garis tegas untuk membatasi rasa takut. Seolah-olah hendak berpesan untuk hiduplah di masa sekarang!

Jangan takuti masa depan!. Jangan biarkan masa depan membuat manusia resah dan gelisah sejak saat ini. Jangan biarkan rasa resah dan gelisah menghalangi langkah manusia dalam mempersiapkan masa depan. Jangan sampai kebahagiaan saat ini dikacaukan oleh kekhawatiran tentang masa depan. 


Biarlah kekhawatiran masa depan berada di masa depan, jangan dipaksa hadir sekarang. Biarlah keindahan bunga-bunga padang rumput dimusim hujan menghiasi kehidupan manusia, tanpa diganggu pikiran bahwa bunga-bunga itu akan kering di musim kemarau.

Que Sera-sera (Whatever Will Be)
written by Jay Livingston and Ray Evans
for Alfred Hitchcock's 1956 re-make of his 1934 film
"The Man Who Knew Too Much" starring Doris Day and James Stewart.
Recorded by Doris Day

sumber lirik : http://www.geocities.com/merrystar3/allysongs/QueSeraSera.htm
repost from :  http://duniashinichi.blogspot.com

Regards,




Suci McGregory binti Choi

Pick Your Own Stare

free glitter text and family website at FamilyLobby.com

Jadi tema kita hari ini adalah sudut pandang. Well, gue emang suka ngebahas masalah-masalah sosial yang sering jadi pernyataan.

Mungkin kita sering banget denger pepatah "Don't Judge a Book by Its Cover". Tapi yang jadi pertanyaan, apa anda sudah benar-benar mengaplikasikannya dalam kehidupan anda ?? Seringkali orang-orang memberikan nasehat kepada yang lain mengenai pen-judge-an ini. Namun saya yakin, anda tidaklah sadar bahwa anda bahkan belum menerapkannya dalam kehidupan anda, iya bukan ??

Okay, hal ini lah yang terjadi belakangan pada teman-teman saya. Sedikit bercerita, saya SMP di Medan Sumatera Utara, bukan di Kota Jakarta yang metropolitan ini. Memang sebelumnya, saya pernah berdomisili di Jakarta, namun pekerjaan Papa, yang menuntut kami hidup berpindah-pindah. Ada banyak pengalaman yang pernah saya alami. Mulai dari "Bombe", yang merupakan tradisi di Makassar, Sulawesi Selatan, daerah yang pernah saya tempati selama 1 tahun untuk melanjutkan studi saya di jenjang kelas VI SD. Pada tradisi itu, saya menjadi "Public Enemy" di kelas V.I. Naas sekali bukan ? Saya yang seorang anak baru dan tak mengerti apa-apa harus dimusuhi teman sekelas hanya karena saya murid baru dan dianggap sebagai saingan baru. Hampir tidak ada yang bahkan mau berteman dengan saya, kesalahan saya selalu saja dicari-cari. Untungnya masih ada sekelompok orang dari kelas lower (bukan masalah ekonomi, namun masalah peringkat di kelas) yang mau berteman dengan saya. Di sana saya bertekad, saya tidak akan menjadi sesuatu kalau saya tidak berani mengambil resiko terbesar. Saya mencoba dan berusaha keras untuk bisa menembus tembok rasis yang ada dalam kelas unggulan tersebut, hingga lambat-laun saya bisa menjadi bagian dari mereka. Dan bonusnya, saya pun berhasil setidaknya mendapatkan peringkat 10 besar paralel. Sebuah pencapaian yang menarik bukan ? Di situlah letak pelajarannya, saya mulai memahami bagaimana karakter orang Makassar. Pada dasarnya sifat individualisme mereka sangat tinggi, namun kalau kita berhasil merubuhkannya, mereka bisa menjadi orang yang cukup bersahabat. Hingga satu tahun berlalu, saya pun pindah ke Medan, apa yang anda pikirkan saat mendengarkan kata Medan ?? Batak ? Kasar ? Jahat ?? Apa ??

Yah kedengarannya memang tidak baik. Namun hey, jangan melihat sebatas itu saja. Ada banyak lapisan yang perlu kita telaah lebih dalam mengenai Medan. Selama kurang lebih 3 tahun saya tinggal di sana, saya mulai memahami sifat dasar mereka. Sungguh, mereka orang yang amat sangat ramah dan jauh dari kata kasar. Mungkin kover-nya menunjukkan kegarangan dan semacamnya. Namun kenyataanya sangat bertolak belakang. Mereka amat sangat toleransi dalam hal perbedaan. Mereka juga selalu tulus dalam berbuat, mereka setia kawan, mereka hidup dalam dunia mereka tanpa peduli apa kata orang, mereka hebat ! Yang saya suka dari orang Medan adalah mereka sangat setia kawan, jika anda ingin mencari sahabat, saya pikir Medan adalah tempat yang tepat. Saya juga bertemu dengan berbagai etnis disana. Termasuklah di dalamnya orang Aceh, saya berteman dengan sangat banyak orang Aceh, dan mereka juga punya karakter yang sangat berbeda dengan orang Medan. Sebetulnya, secara kultur, orang Medan lebih cenderung ke-melayu-melayu-an dibandingkan ke-batak-batak-an. 

Suatu hari, teman saya berkata dalam logat Medannya, " Ci, hati-hati kau ya, ntar ke Jakarta, pergaulan di sana kan bebas kali..."
Dengan sabar dan senyum sejuta watt saya berkata, "Jangan menggeneralisasi suatu kaum, we even haven't know yet :) "

Generalisasi, mengapa kita sering melakukannya ? Karena kita belum paham. Kita belum tahu kenyataannya, kita hanya tahu sekedar pengetahuan umum yang terbatas melalui berbagai media. Seperti sinetron dan lain-lain. Namun pada kenyataannya, setelah saya merasakan kehidupan SMA di Jakarta selama kurang lebih 10 bulan. Kelompok-kelompok "wow" itu memang ada, namun eksistensi mereka pun sama sekali tak mengganggu. Kita warga Jakarta hidup berdasarkan interest tersendiri. Tak perlu khawatir mengenai derasnya arus globalisasi di Jakarta, masih amat sangat banyak kelompok yang mungkin sesuai dengan pandangan hidup kita.

Yang membuat saya kagum selama bersekolah di SMA Negeri di Jakarta ini adalah cukup banyak populasi wanita berjilbab di sekolah. Pada awalnya saya cukup takut untuk masuk ke sekolah negeri, lantaran sebelumnya saya selalu bersekolah di Sekolah Islam (kecuali TK dan SD tahun awal), yang pada intinya kepribadian saya banyak terbentuk dalam lingkungan yang Islami. Sehingga saya cukup canggung. Namun, setelah saya lihat, rupanya ada sangat banyak murid perempuan yang mengenakan jilbab. Sedangkan saat saya bersekolah di SMP, yang notabene SMP-nya bertajuk Islam, saya hanya satu-satunya alumni Reguler yang mengenakan jilbab. Hari perpisahan saat itu terasa benar-benar aneh, karena yaaah saya berbeda sendiri. Saat saya SMP di Medan pun, keadaan Masjid sering sekali lengang sepi tak berpengunjung. Sedangkan saat saya bersekolah di SMA Negeri di Jakarta, Masjid selalu padat saat Salat Dzuhur, sampai terlihat sesak dan memang sesak. Sungguh keadaan yang kontras dengan titelnya sebagai sekolah negeri.

Lalu bagaimana pendapat orang Jakarta mengenai Medan ?

Suatu hari teman saya dengan logat Jakartanya bertanya, " Oh.. Ci jadi lo dari Medan ? Bisa Bahasa Batak nggak ? Ehh... Medan tuh gimana sih ? Enak nggak disana ? Orangnya kasar-kasar ya ? Ada Mall nggak tuh ?"
Wajar saja dia bertanya ada Mall atau tidak, karena yah mungkin Medan terkenal sebagai pusat budaya untuk wilayah Sumatera.
Dengan sabar dan senyum tulus saya menjawab, "Iya, gue emang dari Medan, Gue nggak bisa Bahasa Batak, cuma logat Medan sih bisa, tinggal disana gimana ya ? Enak sih, soalnya orangnya juga pada baik-baik, soal Mall ya ada lah, lu kate Medan daerah pedalaman ?! Ya kagak, Medan pan termasuk 5 kota besar di Indonesia :)"

Di ditulah point-nya. Mereka sangat excited dengan daerah yang mungkin tidaklah semetropolitan kota Jakarta. Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, orang Medan benar-benar sangat ramah dan terbuka. Banyak sekali sifat orang Medan yang saya sukai. Dan hal itu membuat saya betah tinggal disana. Terbukti, semua anggota keluarga saya pun berkata hal yang sama.

Jadi, dimanakah letak kesalahan anda ? Yah, mungkin anda belum terlalu mendalami dan memahami karakteristik sebuah daerah. Lantas apa yang harus anda lakukan ? Jangan men-stereotype daerah tersebut terlebih dahulu. Stop berbicara, dan cari tahu dulu kebenarannya. Ada sangat banyak misteri karakteristik yang mungkin belum anda ketahui. Cari tahulah semuanya, sebelum terlambat. Karena pengalaman memahami budaya lain merupakan hal yang menarik dan tak akan pernah terlupakan seperti halnya yang telah saya alami.

Pesan saya, singkat saja " Don't Judge a Book by Its Cover..."


Thank you for your attention and See you soon *smooch*

Regards,



Suci McGregory binti Choi